Dr. Ir. Anang Lastriyanto, MSi

Judul Riset

Mesin Penggoreng Vakum (Vacum Fryer)

Ringkasan Inovasi Teknologi
Penemuan ini berkenaan dengan mesin penggoreng vakum tipe horisontal yang menggunakan pompa vakum sistem jet air. Inti penemuan meliputi: 1). metode pemvakuman, 2). konstruksi tabung penggoreng, dan 3). pengendalian suhu. Ide berawal saat melihat pameran teknologi penggorengan vakum buatan Taiwan, 1993. Harga mesin penggoreng vakum kapasitas 25 kg masukan/ proses tidak termasuk sarana pendukung adalah US$ 35.000 dengan nilai kurs 1US$ = Rp 1.800,- sd Rp 2.000,-. Sehingga mesin tersebut sulit dijangkau oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan segala keterbatasannya.
Untuk itu penulis melakukan riset tentang teknologi penggorengan vakum sederhana yang diharapkan dapat dioperasikan di pusat bahan baku dan tenaga kerja dengan keterbatasan sarana dan prasara yang ada. Sehingga teknologinya harus dapat diproduksi massal, mudah dioperasikan, dan biaya operasionalnya murah.
Penggorengan vakum berlangsung pada suhu dan tekanan rendah, menghasilkan produk renyah yang kadar airnya dibawah 4% bb. Suhu penggorengan vakum untuk bahan yang berwarna, berasa, dan beraroma 80 – 90oC, sedang untuk bahan protein tinggi 105 – 110 oC. Tekanan penggorengan vakum kurang dari -66 cmHg, dimana pada kondisi ini titik didih air sekitar 50 oC.
KEUNGGULAN INVENSI
Keunggulan invensi: 1) Pompa vakum menggunakan sistem jet air, 2). Posisi tabung mendatar/ horisontal, 3). Dapat dioperasikan di pusat bahan baku yang pada umumnya berada di daerah terpencil dengan segala keterbatasannya, 4). Investasi awal murah, sesuai untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dari segi teknologi proses, keunggulan penggorengan vakum dibandingkan penggorengan konvensional adalah: 1). Kerusakan minyak dan bahan yang digoreng lebih rendah, 2). Umur simpan hasil penggorengan lebih lama, 3). Minyak dapat digunakan berulangkali dan aman, 4). Menghindari penggunaan cold storage, bahan pengawet dan garam pada pengolahan hasil perikanan dan kelautan.
Melalui riset terus menerus sejak tahun 1993 hingga sekarang, mesin telah diindustrikan sendiri dan oleh masyarakat. Sehingga menimbulkan dampak dibidang pendidikan, perekonomian, dan sosial kebijakan. Hingga tahun 2015, mesin yang diindustrikan sendiri mencapai + 1850 unit dan telah tersebar di seluruh Indonesia, bahkan sampai India. Sejak tahun 2004, banyak pengrajin ikut mengindustrikan sehingga mempercepat penyebaran mesin dan terbentuk jaringan bisnis yang berintikan teknologi Peggorengan vakum sistem jet air.

 

20180327_161546