PROFIL LEMBAGA

Univeristas Brawijaya (UB) mempunyai VISI menjadi universitas unggul yang berstandar internasional dan mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui proses pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Hal ini dilakukan dengan menyelenggarakan proses pendidikan agar peserta didik menjadi manusia yang berkemampuan akademik dan/atau professional yang bermutu serta berkepribadian/berjiwa entrepeneur, melakukan pengembangan dan penyebarluasan ilmu pengetahuan, teknologi, humaniora dan seni, serta mengupayakan penggunaanya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Disisi lain, kemajuan global di bidang Iptek kesehatan, gizi dan obat-obatan khususnya yang menerapkan bioteknologi, akan meningkat pesat. Tantangan dan peluang yang besar di era globalisasi ini membutuhkan pembangunan Iptek kesehatan, gizi dan obat secara lebih terarah dan sistematik. Dengan mengacu pada rancangan induk penelitian (RIP) UB periode tahun 2012-2025, perlu dukungan adanya laboratorium yang berstandar GLP dan GMP sebagai sarana pendukung kegiatan riset terpadu.
Pembangunan LBioS UB melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Government) untuk menudukung industrialisasi Produk Riset universitas (Academy) dengan standar produksi skala Industri dan dapat dilakukan kerjasama dengan industri (Business) sehingga dapat memenuhi standar produk yang ditetapkan Badan POM RI (Government) dan WHO (Standar Internasional).

VISI

Visi LBioS-UB adalah menjadi institusi penyelenggaran riset terpadu, pelatihan, pengujian dan pengembangan bahan dasar produksi industri biologis berstandar nasional dan internasional.

MISI

  • Mengembangkan dan memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) pada masyarakat luas.
  • Meningkatkan kemampuan inovasi dan kualitas SDM dan peneliti yang professional.
  • Memfasilitasi proses dan kegiatan pelaksanaan penelitian bagi para peneliti UB dan non UB.
  • Menjalin kerjasama dengan institusi dan industri dalam dan luar negeri dibidang penelitian, pelatihan, pengujian, dan proses produksi di bidang terkait.

PRESTASI

Laboratorium Biosains sebagai sarana pendukung kegiatan riset terpadu berbasis pada Good Laboratory Practices (GLP) & Good Manufacture Practices (GMP) dalam rangka mewujudkan sinergi ABG (Academic Business Government) telah memperoleh hasil yang siap untuk dipublikasikan dan dipasarkan yaitu berupa KIT DIAGNOSTIK GAD65.

Salah satu produk unggulan Laboratorium Biosains UB hasil kerjasama dengan PT Biofarma Bandung telah di launching pada tahun 2014 ini.   Produk tersebut adalah Kit deteksi dini untuk pasien  DM Tipe 1 berbasisReverse flow Immunochromatoghraphy:RAPID TEST Autoimmunue  Marker autoantibodi GAD65yang merupakan kit diagnostik dini untuk penyakit diabetes saat ini siap untuk di produksi massal dan dipasarkan.  Produk ini merupakan salah satu dari 2 proyek penelitian lanjut dengan pihak  PT Biofarma Tbk. yang telah dimulai sejak 1,5 tahun yang lalu. Prof. Aulanni’am bertindak sebagai penanggung jawab dan ketua proyek kerjasama Biofarma-Universitas Brawijaya tersebut. Produk kit diagnostik tersebut masih memerlukan pengujian lapang selain optimasi stabilitas dalam penyimpanan dan masih membutuhkan banyak sampel pasien.  Ditambahkan bahwa produk tersebut masih dilabel For Risearch  Only, dan digunakan serta dipasarkan oleh laboratorium  biosain terbatas masih untuk keperluan riset /uji klinis.

Sebenarnya produk Kit diagnostik tersebut diatas sudah melewati test uji laboratorium dan pasien di lapang dengan  hasil sensitivitas yang sangat baik (100%) dan spesifisitas 91,67 %.  UB dalam hal ini siap memproduksi namun masih memerlukan fasilitas gedung atau ruangan yang memadai sesuai dengan kebutuhan standar laboratorium produksi Good Laboratory  Practice -Good Manafacturing Practice (GLP-GMP).  Kemungkinan besar bahwa produk ini secara komersial akan dipasarkan oleh Biofarma sebagai institusi yang memiliki ijin dan wewenang untuk memasarkan produk sejenis. Dalam waktu dekat ini akan diadakan koordinasi lanjut pembicaraan Biofarma, UB dan BinFar (Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan) terkait dengan registrasi produk diagnostik sebagai alat kesehatan.

Layanan

Layanan Laboratorium Biosains mencakup internal Universitas Brawijaya dan juga eksternal Universitas Brawijaya. Sesuai dengan Peraturan Menteri pemberdayaan dan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Tahun 2012, tentang Pedoman Penilaian Kinerja Unit Pelayanan Publik, serta sesuai dengan citra layanan prima yang dicanangkan Universitas Brawijaya.

Indeks Kepuasan Masyarakat

Nilai IKM - 3, 38

Nilai IKM setelah dikonversi - 84,50

Nilai Mutu Pelayanan - A

JENIS LAYANAN

Laboratorium Biosains UB memiliki layanan analisis untuk penelitian.

Fokus utama riset sesuai kontrak dengan nota kerjasama (MoU) meliputi bidang:

  1. Pembuatan antibodi poliklonal dan monoklonal.
  2. Penyediaan seed vaccine dan diagnostic kit.
  3. Penyediaan model hewan coba untuk penyakit degeneratif.

Analisis yang disediakan

  1. Analisis genomik, transkriptomik, proteomik dan metabolik

DGGE DNA

  1. Analisis genomik, transkriptomik, proteomik dan metabolik
  2. Analisis histopatologi, immunohistokimia, hibridisasi in situ
  3. Kultur sel dan embrio
  4. Konstruksi rekayasa rekombinan DNA dan rekombinan protein
  5. Analisis mikroskopi terkait struktur, material, dan fungsi bahan biologi

SEM BAKTERI

SEM BAKTERI

SEM PERMUKAAN DAUN